Tinta Kering Media Kita di Hari Buruh

1 Mei 2013. Orang ramai merayakan hari ini sebagai Hari Buruh Sedunia. Macam-macam. Ada yang saling berucap selamat, ada juga yang demo turun ke jalan memperjuangkan nasib buruh negeri ini yang makin tak jelas juntrungannya.

Tak hanya di dunia nyata, dunia maya pun demikian. Timeline penuh dengan ucapan dan bahasan tentang Hari Buruh. Akun twitter portal berita nasional berisi update situasi yang terjadi selama perayaan hari buruh di seluruh Indonesia. KOMPAS, Tempo, Metro TV, Media Indonesia, dan juga SINDO. Tapi berbeda halnya dengan Republika, yang justru menurunkan berita mengenai perayaan kelahiran gerakan persaudaraan Illuminati. Apa hubungannya Mayday dengan Illuminati? 

Cek sendiri beritanya disini :

Awalnya saya sempat tertarik saat membaca linktwitnya di timeline. Setelah selesai membaca, saya jadi bingung sendiri. Ini REPUBLIKA kenapa jadi media berbau propaganda begini? jujur saya jadi sedikit kurang respek karena saya sendiri tak percaya dengan teori konspirasi sebangsa Illuminati.

Bukan hendak menjudge atau gimana, karena bukan kali ini saja saya temukan artikel yang bernada propaganda -terutama yang menyangkut isu konflik umat islam- yang dipublikasikan oleh REPUBLIKA. Sebagai media yang beranjak dari segmen nasional, yang belakangan menjadi media bernafas islami, kurang pas rasanya jika pada kenyataan lapangan justru menurunkan artikel-artikel yang tidak cover-both-side, bukan sebagai kepanjangan tangan kelompok tertentu yang mempunyai sejumlah kepentingan.

Media nasional seperti REPUBLIKA, Media Indonesia, KOMPAS, dan Tempo kerap menjadi panutan saya dalam menghasilkan karya-karya Jurnalistik. Saya hanya sedikit kurang rela jika akhirnya REPUBLIKA bakal bernasib seperti TV Nasional yang sudah dicap masyarakat hanya sebagai kendaraan politik pemiliknya. Semoga REPUBLIKA menjadi lebih baik lagi.





Komentar

Postingan Populer