Bulan Puasa, Bulan Keramas

Hari ini kita puasa. menjalankan perintah agama.

Ramadhan yang kesekian kalinya. Banyak yang berubah di episode puasa kali ini, termasuk kumis dan jenggot yang kian merambang tiap kali berkaca. Dan jingle di awal tadi makin akrab diputar di layar televisi.

Banyak harapan yang ditancapkan di bulan ini. Bukan, bukan seremoni seperti mereka-mereka itu. Harapan pribadi hasil telepati dengan diri sendiri.

Seperti di belasan bulan sebelum ini, saya merasa compang camping. Gembel sekali. Menclok kesana kemari, tidak tentu. Saya menyapa, bertanya setiap kali bertemu orang. Dan tidak satupun dari semuanya menjawab dengan benar. Ah, maksud saya sesuai dengan pencarian saya.

Jika najis, mungkin ukuran saya itu mutawasithoh. Tidak berat untuk disucikan, namun seringkali kotornya datang lagi. Cepat sekali, tak sampai seperkejapan mata.

Belakangan ini saya jarang mandi. Alasannya karena tidak sempat. Bau badan dan bau mulut saja terkadang rancu buat dibedakan. Saya butuh mandi.

Sebenarnya banyak tersedia air. Tidak pernah kurang. Hanya saja ya itu, saya malas mandi. Tapi tidak ada alasan lain yang lebih realistis dan diplomatis selain kata malas.

Saya sudah kadung malu sama masyarakat sekitar, terutama sama Kamu, hehe. Penampilan luar dalam yang dekil ini kelewatan memang. Saya harus bersolek, mempertampan diri supaya lebih menarik.

Saya bukan sekadar ingin mandi, tapi ingin keramas.

Saya ingin mandi besar.



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Komentar

Postingan Populer