Pecah Saudara

Ketika Gusdur masih sekolah di Mesir, berulang kali pecah konflik antara PM Mesir Gamal Abdul Nasser dengan Sayyid Quthb, pimpinan kelompok Ikhwanul Muslimin. Sayyid Quthb yang bersikeras ingin menerapkan islam sebagai hukum formal di Mesir berlawanan dengan PM Nasser yang nasionalis. Kota-kota besar, terutama Kairo, bertambah panas seiring persaingan dua kubu yang sama-sama punya banyak pendukung. Basis akademisi di Al-Azhar kian disorot karena kedua kubu bersaing ketat merebut pengaruh kaum intelektual disana.


Dengan langkah tak sabar, PM Nasser akhirnya menangkap orang-orang ikhwan itu. Mereka dianggap membahayakan bagi ideologi Republik Mesir sendiri. Dan akhirnya, Sayyid Quthb dan pengikutnya dihukum mati oleh Pemerintah Mesir pimpinan Aml Abdul Nasser.


Gusdur sendiri mengaku kurang sependapat dengan ide Sayyid Quthb tentang islam. Namun, meski kentara berseberangan, Gusdur ikut berdemo membela Sayyid Quthb yang akan dihabisi nyawanya. Karena ideologi atau kepentingan apapun tidak bisa sebanding dengan penghilangan hak seseorang, apalagi dengan menghabisi nyawa.


Puluhan tahun tragedi itu berlalu, kejadian serupa sepertinya berulang saat ini. Sebanyak 687 anggota Ikhwanul Muslimin dihukum mati oleh pemerintah militer Mesir. Dan, kini tak ada lagi sosok yang menengahi.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Komentar

Postingan Populer