Dari Niat Sebulat Klepon

Semua berawal dari postingan Azizah di Twitter. Dia ritwit foto dari sebuah akun yang lagi pamer-pamer makanan gitu. Kebetulan dan kebetulan banget, fotonya memang bagus atau makanannya yang memang enak. Dari penampakannya saja saya sudah jatuh hati. Hijau pandan, ditabur parutan kelapa, bulat-bulat numpuk di satu piring. Saya tentu saja kepincut dengannya. Iya, kue bernama Klepon itu membuat saya kalap. Saya mau makan klepon saat itu juga!

Klepon, bukan kelepon. Ada yang mau melucu, nyebutnya tlepon. Yaudah biarkan. Kue asli jawa ini punya ciri khas sendiri dibanding yang lain. Saya sudah lama tidak mencicipinya. Rasanya ihiw sekali jika saya bisa makan Klepon lagi. Sangat waw lah pokoknya. Penuh kangen.

Dari niat sebulat Klepon itulah akhirnya saya mengajak Azizah dan Umi untuk masak Klepon sendiri. Azizah awalnya bilang dia bisa masaknya, tapi belum pernah mencoba dan perlu belajar lagi, katanya. Okelah, akhirnya pilihan jatuh kepada Umi sebagai Chef. Saya pun dikirimi tuntunan resep Klepon dari Umi. Bukan sih, dari internet.

Pukul 10 siang kami belanja bahan untuk Klepon di Agro Lestari. Kalo ga salah yang dibeli itu ya...
- 500gr Tepung ketan
- Setengah butir parutan Kelapa
- Gula merah yg kecil, 6 buah
- Pewarna makanan, alami sih kayaknya :)

Tanpa basa basi lagi, kami mulai dari membuat adonan dulu. Tepungnya dicampur air, diuleni sampe kalis (istilahnya Umi sih gitu). Dicampur pewarna secukupnya. Nyari daun pandan susah sih di sini, jadi ya seadanya.

Begitu sudah terasa kalis, warnanya pas dan tidak lengket, artinya adonan siap dibentuk bulatan-bulatan kecil. Jangan lupa diisi bulatannya dengan gula merah yg sudah dipotong dadu kecil. Secukupnya saja. Oh iya, adonan yang dibuat bulatan jangan terlalu tipis ya, mudah pecah soalnya. Repot jika pecah :( ga kece lagi vroh.

Kalau sudah dibulat-bulatin semua, tinggal direbus sampai mengambang. Tiriskan, terus diguling-gulingin ke parutan kelapa yang sudah dicampur gula pasir dan garam.

Klepon yang telah dijanjikan kenikmatannya oleh Tuhan pun sudah siap dinikmati. Mamah ini enakkkk!!!!
Resep dan bahan tadi bisa untuk 50an lebih butiran Klepon. Dan saya jadi dalang utama yang menghabiskan semuanya sampai.... terkapar kekenyangan.

Dunia ini terasa semakin indah begitu butiran Klepon mahanikmat itu meletuskan gula merah begitu digigit, disambut dengan parutan kelapa yang super gurih. Sempurna kawan!

Saya tidak bisa bilang apa-apa lagi. Saya cinta Klepon, deh! Terima kasih buat Umi, Azizah, dan temen2 kosannya di Maharani 82. Kapan-kapan kita bikin lagi yang lebih cetar aduhai yaa :))))
Salam!











Komentar

Postingan Populer