Sinting

Berapa kali seseorang mengalami fase sinting dalam hidupnya? Jawabannya beragam. Ada yang menjawab tak pernah sama sekali (dia merasa waras), beberapa kali, dan ada juga yang setiap hari.

Gila, sinting, tak waras dan semacamnya adalah predikat yang orang lain berikan kepada perilaku seseorang yang dianggap menyimpang dari kebisaan. Seperti yang kerap kita jumpai di jalan, seorang pria dengan kemeja putih compang-camping lenggang kangkung di sepanjang trotoar, tanpa sehelai benang celanapun. Tandas!

Dia disebut sinting.

Sinting itu takarannya adalah normalitas. Normalitas sendiri istilah bias. Normalitas ini jadi standar ukuran, tapi menurut sudut pandang siapa?

Predikat sinting diraih seseorang cuma-cuma, asal memenuhi syarat. Melanggar kebiasaan, norma dan penyimpangan yang dianggap aib oleh masyarakat.

Role model sinting macam-macam. Ada yang sinting tapi jago silat seperti wiro sableng, sinting ala detektif sherlock holmes, sinting ala seleb masakini dan sinting-sinting lainnya. Sinting tak pernah diturunkan secara genetis, tapi terjadi begitu saja dan kapan saja.

Bagi seniman, khususnya, sinting kerap diangkat menjadi karya. Sinting adalah soal ekspresi ruang pikiran. Sinting membebaskan burung-burung untuk membuka awan-awan imajinasi di otak kita. Semakin jauh dia terbang, semakin luas cakrawala yang akan dimunculkan di karya mereka.

Sinting secara medis biasanya terjadi saat seseorang mengalami trauma yang sangat memukul jiwa, dibuktikan berdasar hasil psikiater atau dokter. Contoh nyata adalah perubahan fase menuju sinting yang diperagakan oleh sekian banyak caleg yang gagal di Pemilu.

Orang seharusnya bisa mengerti lebih jauh soal konsep sinting. Sinting adalah persoalan otak dan syaraf agar semakin peka dan luas. Sinting diakali agar kekakuan ide dan inspirasi yang tak kasat mata bisa ditemukan.

Perlukah kita berperilaku sinting?

Menurut saya, selama seseorang masih punya mimpi, sinting menjadi fase yang akan selalu ia lewati. Sinting dilucuti secara harfiah berdasarkan normalitas di suatu tempat.

Lalu kita ini sedang berada di fase mana? Sintingkah kita? Normalkah kita?

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Komentar

Postingan Populer