Seandainya Saja Ada Pilihan Untuk Tidak Memilih

Seharusnya pria Afrika bernama Barkhad Abdi itu tak pernah masuk nominasi Oscar 2014. Pria kurus hitam yang memerankan perompak di film Captain Phillips itu mungkin salah memilih tempat beradu nasib seglamor Hollywood. Seharusnya dia tidak latah bergaya hidup perlente. Dia tak perlu pindah ke LA. Dia tidak perlu.

Aktingnya yang luar biasa bersama Tom Hanks membawa Barkhad ke karpet merah Oscar. Masuk dalam nominasi pemeran pendukung pria terbaik membuat namanya melambung. Barkhad seketika terkenal, seiring media yang kian gencar memasukkannya dalam lingkungan selebritas Hollywood. Dari bekerja sebagai penjaga toko HP, Barkhad memilih Los Angeles sebagai tempat mencari nafkah, di dunia hiburan Hollywood.

Entah apa yang ada di pikiran Barkhad ketika uang bayaran dari perannya di Captain Phillips sejumlah 65 ribu USD ia habiskan untuk membiayai gaya hidup barunya. Dari sewa baju ke pesta2 Oscar, hingga sewa mobil Ferrari untuk sekadar kendara pribadinya. Naas, kini ia diberitakan bangkrut berkat pengeluarannya itu.

Barkhad harus bersusah payah hanya untuk mendapat tempat bernaung. Ia kini hidup menumpang di rumah temannya. Jauh dari anggapan bahwa mereguk sukses adalah jalan yang dilalui dengan mudah oleh penerima nominasi Oscar seperti dirinya.

Mungkin hal ini bukan cuma menimpa Barkhad, tapi semua orang. Apa yang dijalani Barkhad adalah buah dari ekspektasi orang terhadapnya. Mana mungkin datang ke pesta-pesta prestisius tanpa tuxedo mahal?

Bukan sepenuhnya salah Barkhad jika publik justru mencap dirinya seperti orang yang tak tahu diri. Mungkin orang akan mencibirnya, orang akan menghujat dan menertawai kengototan Barkhad terhadap lifestyle LA. Tapi sekali lagi itu adalah pilihan Barkhad.

Barkhad bukan tak mau mendapat Oscar dan hidup mewah. Dia sadar bahwa setia pilihan apapun yang dia pilih, bukan semata untuknya. Pilihan itu diambil demi publik yang begitu besar sehingga ia memilih untuk sedikit hidup glamor.

Seandainya diberi kesempatan kedua, apa yang akan dilakukan Barkhad? Mengacuhkan titel nominee Oscarnya, dan melanjutkan karirnya di toko handphone, atau maju ke belantara LA mengadu nasib sebagai selebriti.

Dia bisa saja memilih, namun tak ada pilihan untuk memilih keduanya. Seandainya memilih adalah sebuah pekerjaan mudah, bahkan untuk kita yang cuma mengangguk dan menggeleng atas tingkah Barkhad.

Beruntung, Tuhan tidak curang. Tuhan mungkin menahbiskan Barkhad agar melalui pilihan-pilihan yang telah diadakan oleh Tuhan sebagai liku hidupnya. Kini, Barkhad sedang ditawar seorang produser untuk memerankan seorang pelari Afrika Selatan di Olimpiade 1992. Semoga kali ini keberuntungan menaungi karir Barkhad. Semoga hidupnya lebih baik.

Semoga dia masih bisa memilih, kali ini, untuk berdamai dengan liku hidupnya di masa depan.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Komentar

  1. Entah knapa kok scr tersirat dialog pas di CP si barkhad emg uda niatan gaya seperti itu saat sudah sampai di Amerika kelak...dan mimpinya tercapai tapi ternyata berakhir seperti ini sekarang.
    __
    JUAL sepatu lokal Bandung original MURAH,FREE ongkir se-pulau JAWA. DISKON setiap hari.SEGERA hubungi BBM: 75570084 , Whatsapp: 085727336911.
    http://sepatulokalbandung.wordpress.com/
    http://nandegastore.blogspot.com/
    www.facebook.com/nandegastore
    sepatufootwear.blogspot.com
    CINTA & BANGGA DENGAN PRODUK DALAM NEGERI

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer