Rindu Rindu Angkot

Angkot sudah ada di desa kami sejak saya kelas 2 SMP. Waktu itu saya girang bukan kepalang karena bisa pulang-pergi sekolah naik angkot yang adem. Tanpa debu tanpa asap motor di pagi hari.


Hari pertama angkot beroperasi di desa kami adalah hari yang spesial. Tiga hari berturut-turut ongkos naik angkot digratiskan, dalam rangka promosi. Waktu itu yang mengelola masih pamong dari balai desa. Saya bersama adik naik angkot berkeliling desa, berlagak jadi kernet. Tentu saja tanpa mencatut ongkos dari penumpang.


Mulai hari itu setiap pulang sekolah saya selalu menunggu datangnya angkot. Karena armadanya cuma sedikit, jadi jarang pula yang lewat. Tapi, sekalinya lewat, angkot langsung diserbu anak-anak sekolah saya. Namanya angkot baru, tentu saja msih disayang. Semua penduduk seperti bilang 'kami sayang angkot'. Sepeda yang biasa saya pakai untuk ke sekolah akhirnya ditanggalkan supaya bisa naik angkot. Waktu itu jauh dekat ongkosnya masih dua ribu perak.


Masalah mulai muncul saat tukang ojek merasa tersisih karena kehadiran angkot. Angkot jadi jarang muncul. Kadang narik kadang tidak, sesuka hati abangnya. Gosip beredar bahwa angkot diintimidasi oleh ojek yang beroperasi di pertigaan jalan besar menuju desa kami agar membagi 'jatah' penumpang. Persaingan yang sama sekali nggak sehat. Angkot pun jadi berlama-lama ngetem karena tak boleh banyak narik penumpang. Karena semakin lesu, pengelola angkot pun merugi.


Sampai sekarang, angkot masih beroperasi lalu lalang di jalan. Kadang muncul, kadang cuma ngetem lama. Yang naik angkot tak lain anak-anak sekolah dan lansia -becak sudah lama tak beroperasi lagi-. Rupa angkotnya sudah lusuh, banyak penyok dan retak di sana sini. Angkot yang dulu disayang penduduk itu kini menjadi besi tua yang menunggu waktu sebelum dilego ke besi loakan.


Sepertinya fasilitas umum belum dihargai betul kehadirannya. Mungkin cara berpikir dan keadaan yang belim cocok. Semoga, hal lucu, seperti angkot yang selalu setia menemani anak sekolah dan lansia itu tidak lekas hilang termakan usia.


Dari saya, yang menyukai angkot.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Komentar

Postingan Populer