Kritik Joni Untuk Dunia Sinema

Pertama kali nonton film ini saat masih SMP dulu. Itu juga di TV, bukan di bioskop. Pertama kali melihat teasernya di Cinema-Cinema yang dulu dibawakan Ira Wibowo dan Mayong Suryolaksono, saya langsung penasaran. Apa jadinya Nicholas Saputra, yang pada saat itu sedang naik daun setelah memerankan Rangga di Ada Apa Dengan Cinta, beradu akting dengan Mariana Renata, si cantik bintang iklan sabun mandi.



Sepanjang cerita, praktis tak ada yang spesial dari film ini, selain Mariana yang cantik sempurna. Mungkin Joko Anwar mengkategorikan proyek Janji Joni ini sebagai film drama komedi level medium dengan jalan cerita yang biasa saja. Tapi, Janji Joni yang sangat kasual ini tetap saja memikat. Joni yang sederhana lengkap dengan tas rol filmnya yang belel, dihidupkan Nico dengan sempurna. Mungkin gambaran cowok 22 tahun paling kasual ya seperti si Joni ini. Tentu saja tak butuh makeup berlebih untuk memoles Joni yang sering menembus debu jalanan untuk mengantar rol film ke bioskop-bioskop ibukota.

Pekerjaan Joni sebagai pengantar rol film membawanya bertemu dengan sepasang kekasih, Otto (Surya Saputra) dan Angelique (Mariana Renata). Joni yang terpikat dengan Angelique, akhirnya mendapat kesempatan untuk berkenalan. Saat ditanya nama, Angelique enggan memberikannya. Pun dengan Joni sendiri. Mereka sepakat untuk tidak memberitahukan nama masing-masing sampai Joni kembali ke bioskop Metropole Cinema setelah mengantar rol film ke bioskop-bioskop lain di Jakarta.

Cerita selanjutnya mudah ditebak. Berbagai macam rintangan mewarnai perjalanan Joni saat bertugas mengantar rol film. Mulai dari motor bututnya yang dicuri orang, mengantar istri supir taksi yang melahirkan, dan bertemu kolektor sinting yang hendak membakar tas butut kesayangannya.

Drama komedi ini menghadirkan banyak sekali cameo dari kalangan artis ternama. Sebut saja aktor kawakan Barry Prima yang memerankan Jaka S (mungkin Jaka Sembung, seperti yang pernah diperankan Barry dulu). Ada juga Rachel Maryam, Gito Rollies, Ria Irawan, Robby Tumewu, dan Alvin Adam. Oh ya, banyak sekali muncul artis cilik idola saya dulu -yang entah siapa saja namanya-. Yang lebih mengejutkan lagi adalah soundtrack yang muncul saat Voni (Rachel Maryam) bersembunyi bersama Joni di tempat sampah. Dari intronya saja saya bisa langsung ngeh bahwa itu adalah Senandung Maaf milik White Shoes and The Couples Company dari albumnya yang pertama.

Selain latar yang sangat kasual, Janji Joni adalah kritik tentang absurditas dunia layar lebar Indonesia. Joko Anwar seakan memberikan jawaban atas kejengahannya di tengah serangan film-film murahan garapan produser tekstil asal India. Tema cerita yang diangkat berlawanan dengan arus utama perfilman saat itu yang mengusung keuntungan tiket bioskop dan jalan cerita esek-esek.

Gimana bisa bosen liatin si Mariana yang cantik ini :)

Meskipun bukan tipe film favorit, Janji Joni layak menjadi koleksi yang asik untuk ditonton kapanpun. Bukan karena jalan ceritanya yang penuh kritik satir dan penampilan Nico yang keren. Janji Joni sukses memadukan akting Nico yang kasual dan si cantik Mariana Renata yang tak pernah bisa membuat bosan, sampai berapa kalipun ditonton.

Komentar

Postingan Populer