When The Youngsters Start to Walk On

Pelatih Liverpool Brendan Rodgers memang tersohor dengan gagasan fenomenal dengan menerapkan gaya permainan tiki-taka. Perombakan besar-besaran dilakukan. Ia singkirkan dua pemain mahal yang direkrut pada era King Kenny -Charlie Adam dan Andy Carroll- yang kurang dibutuhkan dan menggantinya dengan yang lebih mumpuni. Ambillah contoh perekrutan Joe Allen, Nuri Sahin dan Oussama Assaidi. Rodgers memboyong mereka untuk memudahkan gaya tiki taka dalam skema racikan pilihannya. Liverpoolpun terpaksa meninggalkan gaya ortodoks liga inggris -direct ball dan kick n rush- yang selama bertahun-tahun telah menjadi tradisi. Pakar sepakbola menyebut gaya Rodgers ini sebagai gaya sepakbola modern.

Namun justru bukan itu perubahan yang paling krusial yang terjadi di era Rodgers saat ini. Sisi lain Rodgers yang luput dari perhatian umum adalah kegemarannya mengorbitkan pemain belia. Dia jeli melihat talenta-talenta berbakat yang menumpuk di The Academy, nama akademi sepakbola Liverpool. Pemain muda seperti Martin Kelly, Sebastian Coates dan Jonjo Shelvey yang sebelumnya sempat menjadi penghuni tetap tim cadangan Liverpool kini mulai masuk di jajaran pemain inti. Yang lebih mengejutkan adalah keberanian Rodgers memasukkan pemain yang masih berusia belasan tahun untuk bermain bersama tim inti di laga penting. Ia berjudi dengan memasukkan nama-nama asing seperti Raheem Sterling, Suso, Andre Wisdom, Adam Morgan, Samed Yesil, Jerome Sinclair ke dalam susunan pemain. Nama terakhir adalah pemecah rekor pemain termuda yang pernah dimainkan Liverpool sepanjang 120 tahun. Darah muda yang tak banyak mendapatkan kesempatan bermain di era pelatih sebelumnya, kini mencoba diplot sebagai pengisi tetap starting lineup.

Raheem Sterling, 18 tahun
Suso, 18 tahun
Andre Wisdom, 19 tahun
Adam Morgan, 18 tahun
Samed Yesil, 18 tahun
Jerome Sinclair, 16 tahun
Hasil dari perjudian ini sungguh di luar dugaan. Mereka tampil impresif di awal musim. Pentas keganasan youngsters ini terjadi saat melumat Young Boys di pentas Europa League dengan skor 5-3, menahan imbang Manchester City 2-2, dan yang teranyar menghancurkan Norwich City dengan skor telak 5-2. Tanpa cela mereka tampil apik dan impresif di awal musim, saat beberapa pemain senior justru tampil angin-anginan. Mereka tak canggung bermain bersama senior seperti Gerrard dan Carragher. Sir Alex Ferguson dengan terbuka memuji penampilan impresif Suso dan Sterling saat keduanya bersua Manchester United.

Komentar

Postingan Populer