Hantu Itu Bernama Curiga

Saat kita mencintai sesuatu, kita jadi takut sesuatu itu hancur. Hilang. Jika ada sesuatu yang datang dan mengganggunya. Kita jadi gusar. Gelisah. Memutar otak, berpikir keras, dan cemas. Menghabiskan waktu kita yang berharga hanya untuk mencemaskan bagaimana berbahayanya 'sesuatu' itu. Ancaman yang seolah-olah menakutkan. Mengurung kita, mengurung akal pikiran kita.


Lalu, kita harus berbuat apa?

Saat bingung seperti ini, saat ancaman datang dan seketika kita tidak siap, apa kita harus berteriak dan melolong di khalayak ramai bahwa ada anjing gila yang memasuki rumah kita dan minta tetangga untuk mengusirnya dengan sirine ambulans? Ataukah kita harus memanggil tim gegana untuk meredakan kebakaran yang mungkin terjadi di rumah kita?


Rasa takut dan cemas itu datang hanya karena kita tidak percaya. Kita tidak percaya bahwa yang kita sayangi akan baik-baik saja. Kita tidak percaya bahwa sesungguhnya dia sangat mempercayai kita dan bahwa semua akan baik-baik saja.


Jika bisa berkata seperti itu, dan ancaman yang datang sangatlah nyata?


Percaya. Hanya itu. Percaya bahwa semua akan baik saja, selama kita tidak memulai untuk merusak dan membuat kesalahan yang baru. Curiga dan memasang alarm dimana-mana hanyalah tindakan bodoh yang hanya akan membuat lawan kita terpingkal-pingkal dengan kebodohan kita. Kita bisa didikte olehnya, dan bisa diarahkan semau dia seperti halnya ternak.


Tetap tenang dan berpikir positif adalah solusi dari segala solusi. Siapapun yang tidak menyukai kita, membenci kita, menghasut kita diam-diam, meneror kita, mencemooh dan menghardik kita, semua adalah bagian dari hidup. Apakah semuanya seperti itu? tidak adakah yang mencintai dan menyukai kita? Sempitkah hidup ini hanya karena semua orang memicingkan matanya saat kita sapa?

Percayalah kawan, Percayalah. Percayalah padaku dan semuanya.

Semua akan baik-baik saja.

Komentar

Postingan Populer