Surat dari Antwerpen

“Banyak orang muda hidup dalam dunia maya, internet, komputer, twitter, dan lain-lain”, 

“Teknologi-teknologi ini sangat perkasa dan juga sangat individualistik, sehingga orang cenderung menghayati dunia maya ini sebagai dunia yang sesungguhnya, dunia di mana diri mereka sendiri adalah pemimpin-pemimpin yang unik, dunia yang bisa mereka otak-atik menurut fantasi mereka sendiri. Sampai mereka menyadari bahwa program komputer bikin-bikinanlah yang menjadi pondasi dari fantasi mereka, dan mereka mendapati dunia yang hampa di balik fantasi itu, tanpa kehangatan manusia, tanpa teman-teman yang nyata, jauh dari kenyataan yang sesungguhnya. Dan di sini, di Barat, mereka mencoba-coba narkoba dan alkohol untuk mengembalikan mimpi dunia maya itu. Kita tahu, petualangan berbahaya ini tidak mengarah kemana-mana selain penghancuran diri sendiri. Karena itu, perkumpulan-perkumpulan sosial, menggalang kegiatan-kegiatan kelompok, merengkuh nilai-nilai bersama seperti agama, cinta tanah air, membangun keluarga, adalah jaminan satu-satunya bagi hidup yang kreatif dan layak dijalani”.


Petikan Surat Kris Bossaert, Konsul Jenderal Kehormatan Republik Indonesia untuk Kerajaan Belgia.

Komentar

Postingan Populer